Thursday, October 29, 2015

Pengertian Perencanaan Kerja

Perencanaan kerja ialah suatu proses mempersiapkan usaha atau kegiatan yang akan dilakukan secara sistematis dan logis untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan sebelumnya oleh pimpinan. Sistematis dalam arti teratur, dan logis dalam arti masuk akal sehingga bisa dipertanggungjawabkan. Tujuan yang dimaksud sudah tentu dalam arti bukan tujuan individual (perorangan) melainkan merupakan tujuan kolektif (ramai-ramai) atau tujuan organisasi (kelompok) yang secara tepat dapat dikatakan sebagai tujuan kantor sesuai dengan pembahasan di dalam buku ini. Perencanaan menghasilkan rencana sebagai bentuk konkritnya.
Jadi, perencanaan kerja ialah suatu proses mempersiapkan usaha untuk melaksanakan suatu pekerjaan secara sistematis dan logis, sampai pekerjaan itu selesai dan membuahkan hasil yang diharapkan bersama. Kongkritnya ialah rencana kerja. Untuk menyusun dan melaksanakan perencanaan atau perencanaan kerja, harus dilakukan serangkaian kegiatan konkrit sebagai berikut:

i. Mengumpulkan informasi dan data yang diperlukan.
ii. Mengumpulkan pemikiran-pemikiran tentang materi yang direncanakan.
iii. Menentukan tujuan yang hendak dicapai
iv. Menentukan apa saja yang harus dilakukan berikut urutan pelaksanaan untuk mencapai tujuan.
v. Menentukan fasilitas yang diperlukan.
vi. Menentukan kapan dan di mana harus dilaksanakan.
vii. Menentukan oleh siap dan berapa lama harus dilaksanakan.
viii.Menentukan mengapa dan bagaimana cara melaksanakannya.

Keterangan:

(i) Informasi dan data yang diperlukan ialah informasi dan data yang akan dipakai untuk menyusun rencana dengan tujuan tertentu.
(ii) Pemikiran-pemikiran yang dikumpulkan ialah hasil pemerasan otak untuk menyusun rencana yang bertujuan tertentu dan sedapat mungkin berasal dari dalam kantor (maksudnya ialah orang dalam)
(iii) Tujuan yang dimaksud sudah tentu merupakan tujuan kantor yang harus bermuara pada keberhasilan atau kemajuan kantor.
(iv) Sudah jelas apa yang akan dijalankan berikut urutan pelaksanaan agar supaya tujuan kantor bisa tercapai.
(v) Fasilitas yang dimaksud ialah fasilitas atau sarana pendukung yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan.
(vi) Waktu dan tempat pelaksanaan rencana.
(vii) Orang dan jangka waktu pelaksanaan.
(viii) Alasan apa dan bagaimana caranya untuk melaksanakan rencana.
Contoh:
Ada pabrik sepatu ingin merencanakan memproduksi sepatu anak yang diperkirakan bisa laku di pasaran sekarang. Untuk menyusun perencanaan kerja tersebut, dilakukan serangkaian kegiatan sebagai berikut.
(i) Mengumpulkan informasi dan data dari masyarakat dan pertokoan tentang sepatu anak yang lagi laku di pasaran.
(ii) Mengumpulkan pemikiran dan ide dari dalam pabrik tentang sepatu anak yang mau diproduksi.
(iii) Menentukan sepatu anak dengan model dan tipe serta harga perkiraan tertentu yang diperkirakan bisa laku di pasaran.
(iv) Menentukan apa-apa saja yang harus dilaksanakan misalnya pemasokan beberapa macam bahan baku berikut urutan kerja yang diperlukan.
(v) Menentukan fasilitas atau sarana pendukung yang diperlukan misalnya mesin-mesin apa saja yang diperlukan.
(vi) Menentukan perkiraan waktu dan tempat memproduksi sepatu yang dimaksud pada tujuan. (misalnya pabrik yang dimiliki lebih dari satu lokasi)
(vii) Menentukan penanggungjawab proyek dan jangka waktu percobaan mulai dari produksi sampai masa aktif percobaan pemasaran untuk dievaluasi (dinilai dan dipertimbangkan) kembali.
(viii) Menentukan alasan hendak memproduksi sepatu yang dimaksud pada tujuan berikut cara pelaksanaan rencana.



Pengertian Konsep dan Fungsi Bahasa

Salah satu kebutuhan dasar manusia ialah keinginan untuk berkomunikasi dengan orang lain dengan sistem perlambang bahasa. Perkembangan bahasa lisan dan tulisan berbeda-beda antara satu kebudayaan dengan kebudayaan lainnya. Bahasa merupakan salah satu unsur kultural universal yang dikembangkan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia untuk berkomunikasi dengan orang lain.

1. Konsep Bahasa

Berdasarkan pengertiannya, bahasa ialah sistem perlambang yang digunakan secara timbal balik yang dibentuk atas unsur-unsur bunyi ucapan manusia. 

Fungsi utama bahasa ialah untuk memenuhi kebutuhan komunikasi antarsesama manusia. Menurut para ahli bahasa, meskipun binatang mempunyai kemampuan menggunakan simbol atau tanda untuk berkomunikasi, tetapi sistem komunikasi tersebut bukan merupakan bahasa. Dibandingkan dengan binatang, manusia bisa mempertukarkan ucapan melalui bahasa untuk berinteraksi dengan sesamanya. Bahasa ialah kemampuan manusia yang paling dasar dan manusiawi dan merupakan ciri utama manusia yang termasuk spesies Homo Sapiens.

Bahasa ialah alat komunikasi yang paling dasar yang dimiliki manusia melalui kemampuan alamiahnya untuk berinteraksi dengan orang lain karena sejak anak-anak kemampuan pertama yang diajarkan oleh orang tua kepada anaknya ialah kemampuan berkomunikasi dengan orang lain, seperti ayah, ibu, kakak atau adik. Pada awalnya bahasa yang diajarkan orang tua pada anak-anak belum berbentuk kosa kata yang kompleks, namun gerak tubuh dan mimik wajah yang mudah dimengerti oleh bayi. Lambat laun, individu mulai belajar bagaimana mengucapkan suatu kata dan merangkai kata-kata tersebut menjadi sebuah kalimat yang diucapkan secara lengkap.

Dalam buku Ensiklopedi Ilmu Sosial dijelaskan bahwa terdapat tiga unsur yang menunjukkan bahwa bahasa begitu terkait dengan perkembangan budaya, yaitu bahasa sebagai unsur budaya, bahasa sebagai penanda stratifikasi sosial, dan bahasa sebagai simbol budaya suku bangsa.

a. Bahasa sebagai Unsur Budaya

Hampir seluruh bagian dalam kehidupan manusia dilingkupi oleh bahasa sehingga bahasa ialah bagian yang tidak terpisahkan dari perkembangan budaya manusia. Segala aktivitas yang dilakukan oleh manusia di dalam kehidupannya, memuat unsur bahasa di dalamnya. Seorang peneliti yang akan memahami kebudayaan suatu masyarakat harus menguasai perkembangan bahasa suatu masyarakat karena melalui bahasa seseorang bisa berpartisipasi dan memahami sebuah budaya. Misalnya, seorang peneliti harus mengerti atau memahami bahasa Jawa untuk melakukan penelitian tentang masyarakat Jawa.

b. Bahasa sebagai Penanda Stratifikasi Sosial

Bahasa mempunyai fungsi untuk membantu memahami pola berpikir manusia karena segala kehidupan dan simbolsimbol kebudayaan manusia bisa diteliti dan diungkap melalui penelitian bahasa suatu masyarakat. Misalnya, mempelajari bahasa Jawa untuk meneliti pola kekerabatan dan stratifikasi sosial pada masyarakat Jawa. Di dalam penggunaan bahasa Jawa, masyarakat Jawa membedakan bahasa antara orang tua dengan generasi muda, antarsaudara, dan antara orang yang berbeda status sosialnya. Oleh karena itu, seorang anak tidak mungkin berbicara dengan bahasa Jawa ngoko (bahasa Jawa kasar) terhadap ibunya, tetapi menggunakan bahasa krama (bahasa Jawa halus) atau sebaliknya. Perbedaan bahasa berdasarkan lapisan sosial dalam masyarakat Jawa tersebut disebut tingkat sosial bahasa.

c. Bahasa sebagai Simbol Budaya Suku Bangsa

Bahasa ialah sistem simbol manusia yang paling lengkap sehingga bahasa bisa dijadikan simbol dari sebuah kebudayaan suatu suku bangsa (etnokultur) berdasarkan adanya dialek atau logat bahasa yang beraneka ragam variasinya. 

Setiap dialek dalam suatu masyarakat merupakan ciri khas yang membedakan suatu kebudayaan dengan kebudayaan lainnya. Perbedaan dialek tersebut disebabkan adanya perbedaan daerah geografis dan pelapisan lingkungan sosial antarmasyarakat. Adanya perbedaan bahasa dan dialek antarmasyarakat tersebut memerlukan unsur pemersatu berupa bahasa nasional.

Dalam konteks yang lebih luas, bahasa Indonesia yang termasuk dalam rumpun bahasa Melayu berperan sebagai pemersatu atau pengikat rasa identitas bangsa Indonesia. Dengan demikian, bahasa memengaruhi hampir setiap aspek kehidupan dan kebudayaan manusia. Dalam kajian antropologi, bahasa dibedakan menjadi salah satu cabang dari ilmu antropologi fisik dan terapan. Dalam perkembangannya bahasa lebih difokuskan kajiannya oleh ahli antropologi linguistik yang berusaha menemukan persamaan dan perbedaan serta asal-usul suatu bahasa dilihat dalam lingkup daerah yang lebih luas. Kajian mengenai bahasa di dalam cabang  antropologi linguistik digunakan untuk menelusuri arah perkembangan bahasa dan hubungan antarbahasa sehingga suatu suku bangsa memiliki corak dan ragam bahasa yang hampir serupa.

Antropologi linguistik ialah ilmu pengetahuan yang mempelajari aneka bahasa yang diucapkan manusia. Objek kajiannya ialah daftar kosakata dan pelukisan ciri-ciri dan tata bahasa dari bahasa lokal suatu masyarakat.

2. Fungsi Bahasa

Di antara ciptaan Tuhan lainnya, manusia ialah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Hal tersebut disebabkan karena manusia memiliki akal budi yang digunakan dalam kehidupan manusia. Salah satu contoh penggunaan akal budi manusia ialah diciptakannya bahasa oleh manusia. Bahasa pada hakikatnya berfungsi sebagai alat komunikasi antarindividu dalam masyarakat. Sistem kebudayaan memerlukan sarana komunikasi yang tidak hanya dapat memberi nama pada berbagai unsur dalam kehidupan manusia. Bahasa mempunyai fungsi untuk mengungkapkan kepercayaan dan pengertian dalam bentuk lambang yang dapat dipahami dan ditafsirkan orang lain. Menurut Ernst Cassirer, bahasa ialah suatu sistem simbol yang membedakan manusia dengan binatang. Menurut Cassirer, manusia dilengkapi dengan akal, sedangkan binatang memiliki sistem efektor dan reseptor tertentu yang berfungsi sebagai alat menerima rangsang dan bereaksi dengan hewan lainnya.

Sebaliknya, manusia memiliki satu sistem komunikasi yang memungkinkannya berhubungan dengan sesamanya, yakni sistem simbol yang disebut dengan bahasa. Oleh karena itu, manusia yang merupakan satu-satunya mahkluk hidup yang bisa mengucapkan kata dan berinteraksi dengan sesamanya melalui bahasa karena manusia dilengkapi dengan akal dan kebudayaan untuk menciptakan bahasa sebagai sistem komunikasi.

Selain sebagai alat komunikasi, bahasa juga berperan untuk menentukan status dan posisi sosial seseorang di dalam masyarakat. Hal ini berkaitan dengan norma, nilai, dan sistem organisasi sosial suatu masyarakat tertentu yang tidak bisa disamakan dengan masyarakat lainnya. Setiap kelompok masyarakat di Indonesia masih menjunjung aturan yang menetapkan bahasa sebagai penanda status sosial seseorang. Selain itu, bahasa mencerminkan pola berpikir seseorang dalam kelompok sosialnya. Misalnya, seseorang yang mempunyai pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga tidak mungkin akan berbicara secara tidak sopan terhadap majikannya atau seorang anak tidak mungkin berbicara tidak sopan kepada orang tuanya.

Fungsi sistem bahasa lainnya ialah fungsi pemersatu bangsa. Selain bahasa daerah di Indonesia terdapat bahasa nasional, yaitu bahasa Indonesia sejak dicetuskannya Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928.