Monday, October 26, 2015

Le’ Latin Vulgaire atau Bahasa Latin Populer pada Masa Gaule – Romawi


 Le’ Latin Vulgaire atau Bahasa Latin Populer pada Masa Gaule – Romawi
Seiring dengan berbaurnya beragam suk-u bangsa yang ada di tanah Gauie selama pendudukan Rumawi yang beratus tahun lamanya ( Iebih 400 tahun), lama kelamaan terbentuk pulalah suatu asimilasi bahasa yang bersifat parsial dan tidak terpadu. Namun, sebagai bahasa resmi administrasi, bahasa Latin standar tetap merupakan bahasa pergaulan dan akademik yang digunakan oleh masyarakat setempat dari kelas menengah, dan knususnya kelas atas, yaitu kelas bangsawan yang menduduki posisi penting dalam pemerinfiahan.

Demi mempertahankan prestise mereka di mata pemerintahan Roma, maka mereka juga mengharuskan penduduk yang juga kebetulan berasai dari pelbagai wilayah dengan bahasa yang saling berbeda untuk berbahasa Latin. Dengan demikian keharusan menggunakan satu bahasa vernacu/air atau bahasa yang digunakan sebagai media komunikasi secara umum, menjadikan bahasa Latin memmki posisi yang kuat dan penting di seantero wilayah Gaule pendudukan Romawi..

Di sisi Iain, proses penyesuaian dan menjadikan (appropriating) bahasa Latin ke dalam diri mereka, inengaiami pelbagai gejala, a.l perubahan bentuk kata atau pun perubahan pelafaian, khususnya mereka yang tidak menggunakannya secara resmi. Maka terjadilah proses pembentukan suatu bahasa baru yang bersifat << gado-gado » yang digunakan dalam berkomunikasi secara umum, dan disebut Latin vulgaire. Seperti yang dikatakan A. Meillet (dalam W. Walburg, 1946 :35) << Bahasa Latin vulgaire menjadi suatu alat sederhana yang dapat digunakan oleh mereka dengan latar belakang yang beragam dan kurang berpendidikan untuk keperluan apa saja ».

Kecendrungan lainnya yang muncui seiama proses pembentukan bahasa Latin ini, antara lain, munculnya kebutuhan akan ragam bahasa yang bersifat ekspressif. Selain itu, dengan menyurutriya frekuensi penggunaan kata-kata tertentu dari bahasa setempat yang terdahuiu, yang merupakan kata-kata yang sangat biasa dan sederhana, kemudian selama proses pembauran, kata-kata tersebut digantikan oleh kata-kata yang sepadan dari bahasa pendatang. Dengan proses pembauran dan pembaharuan di pelbbagai aspek kehidupan ini, maka terjadi pulalah perkembangan kebudayaan yang bercorak baru dan beragam yang membentuk suatu peradaban baru secara menyeluruh.

Tetapi faktor utama dari berkembangnya bahasa Latin vulgaire ini terletak pada kenyataan bahwa sebuah bahasa yang fleksional dan sangat khusus ini (yaitu bahasa Latin), diadopsi oleh suatu masyarakat dengan tingkat kesadaran berbahasa yang sangat berbeda, dan hanya secara samar dan tidak sepenuhnya mampu menangkap kehalusan bahasa yang diadopsi tsb.

Dengan tercapainya suatu tingkatan peradaban yang lebih tinggi pada suatu masyarakat, maka dalam bahasa yang digunakan terjadi jugalah suatu proses pembentukan perbedaan gaya bahasa. Bahasa sehari-hari, dengan segala kekurangannya, kurang mampu mengungkapkan gagasan-gagasan baru ; di lain sisi, lahirjuga suatu gaya oahasa yang lebih tarkendali atau halus.

Kondisi-kondisi tertentu yang terjadi mempengaruhi proses evolusi pembentukan bahasa Latin yang bergerak atau benransformasi itu. di tanah Gaule. V Bangsa Romawi (asli) sadar akan gejala perubahan yang terjadi pada bahasa mereka dan yang rnelahirkan variasi-variasi bahasanya. Cicéron menyebut bahasa rakyat ini dengan istilah Quotidianus sermo atau rustico sermo; yang Iainnya memakai istilah pedestris sermo, usualis sermo, rusticitas, dsb. Sermo berarti cara mengungkapkan gagasan atau perasaan, suatu langage bukan langue. Gaya bahasa yang digunakan Cicéron dalam karya-karya filosofisnya adalah sermo urbanus. Dapatlah dikatakan bahwa sermo urbanus sangat konservatif atau sangat menjaga hakekat bahasa aslinya. Memang ada modifikasi, tetapi jauh berbeda dari perkembangan yang terjadi seperti dalam sermo vulgaris.

No comments:

Post a Comment