Saturday, March 9, 2013

Pengertian Analisa Rasio



Dalam kehidupan sehari-hari kita sering melakukan penilaian terhadap sesuatu dengan menggunakan berbagai metode atau standardisasi. Begitu juga untuk melakukan penilaian suatu perusahaan, kita dapat melakukan penilaian dengan berbagai metode, salah satu metode yang dikenal adalah analisa rasio (financial ratio)
Yang dimaksud dengan analisa rasio adalah suatu angka yang menunjukkan hubungan antara unsur-unsur dalam Iaporan keuangan. Hubungan tersebut dinyatakan dalam bentuk matematis yang sederhana.
 Tuiuan Analisa Rasio
Analisa rasio dapat ditinjau dari berbagai sudut sesuai dengan kepentingannya. Seperti analisa rasio berdasarkan sumber data dari mana rasio itu dibuat, analisa rasio berdasarkan tujuan dari penganalisa itu sendiri, analisa rasio berdasarkan tujuan dari para kreditur jangka pendek maupun kreditur jangka panjang, dan analisa rasio ditinjau dari sudut pemegang saham maupun calon investon serta analisa rasio ditinjau dari segi manajemen perusahaan.
a.              Berdasarkan sumber data dari mana rasio itu dibuat, maka rasio-rasio dapat dibedakan sebagai berikut.
(1) Rasio-rasio neraca (balance sheet ratio)
Rasio neraca, yaitu rasio-rasio yang datanya berasal dari pos-pos yang ada di neraca.
(2) Rasio-rasio Iaba rugi (income statement ratio)
Rasio Iaba rugi, yaitu rasio-rasio yang datanya berasal dari pos- pos rugi Iaba.
(3) Rasio-rasio antar Iaporan (inter statement ratio)
Rasio antar Iaporan, adalah gabungan dari pos-pos yang terdapat dalam neraca dan rugi Iaba.
b.             Di samping penggolongan tersebut, rasio juga dibuat berdasarkan tujuan dari pihak penganalisa daiam mengevaluasi kinerja suatu perusahaan berdasarkan Iaporan keuangannya.
c.              Bagi kreditur jangka pendek Iebih menekankan pada penilaian kemampuan perusahaan untuk membayar hutang-hutang yang segera harus dilunasi. Dalam jangka pendekjumlah aktiva Iancar yang dimiliki akan menentukan kemampuan perusahaan dalam melunasi hutang jangka pendeknya, atau dengan kata lain analisa tingkat Iikuiditasnya (liquidity).
d.             Sementara itu kreditur jangka panjang Iebih menekankan pada penilaian kemampuan perusahaan dalam membayar bunga pinjaman dan kemampuan membayar pokok pinjaman; jadi, di samping Iikuiditas maka tingkat profitabilitas (profitability) juga dinilai.
e.             Para pemegang saham selain meniiai Iikuiditas dan profitabilitas, juga memperhatikan tingkat pengembalian (return) terhadap investasi yang ditanamnya.
f.               Calon investor Iebih melihat pada rasio penilaiannya (valuation) untuk menentukan Iayak atau tidaknya saham perusahaan tersebut dimiliki. Ukuran baik tidaknya kinerja perusahaan dari segi manajemen keuangan adalah sebagai berikut.
1)      Kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban (hutang) yang akan jatuh tempo (liquidity).
2) Kemampuan perusahaan untuk menyusun struktur pendanaan yaitu perbandingan antara hutang dan modal (leverage).
3) Kemampuan perusahaan memperoleh keuntungan (proHtability).
4) Kemampuan untuk berkembang (growth).
5) Kemampuan perusahaan untuk mengelola asset secara maksima(activity).

Kinerja tersebut saling terkait antara satu dengan Iainnya, misalnya untuk mengukur proritability perusahaan berhubungan dengan leverage, yaitu seberapa besar hutang perusahaan khususnya hutang yangmengandung biaya bunga, sebab semakin besar biaya bunga semakin kecil profitability

Walaupun perusahaan memiliki profitability yang tinggi, namun Iikuiditasnya rendah, perusahaan menghadapi masalah, yaitu paiiit karenatidak mampu membayar hutangnya.

Selain itu, protitability perusahaan juga dapat melihat apakah aset yangdimiliki perusahaan telah digunakan secara maksimai. Sebagai contoh, apakah piutang usaha yang ada sudah tergolong wajar?. Bila piutangusaha tergolong cukup besar dan sebagian besar piutang usaha dibiayai oleh hutang bank maka perusahaan harus menanggung biaya bunga yang Iebih besar dari semestinya. Akibatnya adalah profitability mengalamipenurunan.

Analisa perbandingan rasio, dapat dilakukan dengan dua cara.
(1)    Analisa Horizontal, yaitu membandingkan rasio-rasio keuangan perusahaan dari satu periode dengan periode Iainnya. Misalnya, membandingkan rasio perusahaan pada tahun 2005 dan rasio tahun 2006 sehingga dapat diambil suatu kesimpulan apakah kinerja perusahaan mengalami peningkatan/peitumbuhan atau sebaliknya.

(2)    Analisa Vertikal, yaitu membandingkan rasio keuangan perusahaan dengan perusahaan sejenis atau industri dalam satu periode yang sama. Misalnya PT X bergerak dibidang industri rokok, maka ratio PT X tahun 2006 dibandingkan dengan ratio PT Y tahun 2006 yang juga bergerak dibidang industri rokok atau membandingkan ratio PT X tahun 2006 dengan rata-rata industri rokok tahun 2006 sehingga dapat disimpulkan mengenai kinerja perusahaan


Ada berbagai pendapat ahli mengenai Kategori dari rasio-rasio tersebut yang didasarkan pada tujuan penganalisa dalam mengevaluasi suatu perusahaan berdasarkan Iaporan keuangannya.
a.       Menurut John J. Hampton, rasio keuangan dapat digolongkan menjadi tiga kategori, yakni rasio Iikuiditas, rasio prolitabilitas, dan rasio kepemilikan.

1) Rasio Iikuiditas

Rasio Iikuiditas bertujuan menguji kecukupan dana, solvency perusahaan, kemampuan perusahaan membayar kewajiban-kewajiban yang segera harus dipenuhi. Kategori rasio Iikuiditas, antara lain rasio Iancar (current ratio), rasio tunai (quick ratio), perputaran piutang (reveivable turn over), dan perputaran persediaan (inventory turn over).

2) Rasio profitabilitas

Rasio profltabilitas berlujuan mengukur efisiensi aktivitas perusahaan dan kemampuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan. Misalnya, ma'gin keuntungan (profit margin), margin Iaba kotor (gross prolitmargin), perputaran aktiva (operating assets turn over), imbalan hasil dari investasi (return on investment), dan rentabilitas modal sendiri (return on equity).

3) Rasio kepemilikan

Rasio kepemilikan berkaitan Iangsung ataupun tidak Iangsung dengan keuntungan dan Iikuiditas. Membantu pemilik saham dalam mengevaluasi aktvitas dan kebijaksanaan perusahaan yang berpengaruh terhactap harga saham di pasaran. Misalnya, keuntungan per Iembar saham (earning per share), nilai buku per Iembar saham (book value per share), dan rasio hutang dan modal sendiri (capital structure ratio).

b. Menurut Fred J.Weston, rasio-rasio keuangan ini dibagi menjadi 6 kelompok, yakni rasio Iikuiditas, rasio leverage, rasio aktivitas, rasio profitabilitas, rasio pertumbuhan, dan rasio valuasi.

1. Rasio Iikuiditas
Rasio Iikuiditas bertujuan mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajilsan jangka pendeknya.
2. Rasio leverage
Rasio leverage bertujuan mengukur sejauh mana kebutuhan keuangan perusahaan dibiayai dengan dana pinjaman.

3. Rasio aktivitas
Rasio aktivitas bertujuan mengukur efektivitas perusahaan dalam mengoperasikan dana.
4. Rasio profitabilitas
Rasio profitabilitas, bertujuan mengukur efektivitas manajemen yang tercermin pada imbalan hasil dari investasi melalui kegiatan penjualan.
5. Rasio pertumbuhan
Rasio pertumbuhan, bertujuan mengukur kemampuan perusahaan dalam mempertahankan kedudukannya dalam pertumbuhan perekonomian dan dalam industri.
6. Rasio valuasi
Rasio valuasi, bertujuan mengukur performa perusahaan secara keseluruhan, karena rasio ini merupakan pencerminan dari rasio risiko dan rasio imbalan hasil.

c . Menurut Lyn M. Fraser; rasio keuangan dapat digolongkan sebagai berikut.
Rasio Iikuiditas (solvensi jangka pendek)
1.       Rasio Iikuiditas, yaitu rasio yang bertujuan mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan uang tunai.Terdiri dari rasio Iancar (current ratio), Rasio cepat (quick ratio), Rasio aliran kas (cash How liquidity ratio). Rasio aktivitas (efisiensi pengelolahan aset)
2.       Rasio aktivitas, yaitu rasio untuk mengukur Iikuiditas aktiva tertentu dan efisiensi pengelolaan asset, terdiri dari rata-rata pengumpulan piutang (account receivable in days), perputaran piutang (account receivable turn over), perputaraan persediaan (Inventory turn over), perputaran aktiva tetap (fixed asset turn over), perputaran total aktiva (asset turn over).
3.       Rasio leverage (pembelanjaan dengan hutang dan pelunasannya) Rasio leverage, yaitu rasio untuk mengukur sejauh mana pembelanjaan dilakukan dengan hutang dibandingkan dengan modal, dan kemampuan untuk membayar bunga sefca beban tetap lain. Rasio ini terdiri dari debt to equity, TIER, fixed charge coverage, cash How adequacy
4.       Rasio profitabilitas (efisiensi dan kinerja keseluruhan) Rasio profitabilitas, yaitu rasio untuk mengukur kinerja perusahaan secara keseluruhan dan efisiensi dalam pengelolahan aktiva, kewajiban dan kekayaan. Terdiri atas gross profit margin, operating profit margin, netprotit margin, cash How margin, ROA, ROE dan cash return on assets.  
SUMBER: BUKU PANDUAN PRAKSTIS DASAR ANALISA LAPURAN KEUANGAN OLEH ARIEF SUGIONO DAN EDY UNTUNG

No comments:

Post a Comment